
SIDRAP – Koramil 1420-07/Baranti berkomitmen penuh dalam membentuk karakter generasi muda yang berwawasan kebangsaan. Hal ini dibuktikan melalui pemberian materi wawasan kebangsaan oleh Danramil 1420-07/Baranti, Kapten Inf Abdul Muis, kepada ratusan santriwan dan santriwati baru Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Urwatul Wutsqaa Benteng, Kelurahan Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Sabtu (18/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid AL-MUIN Ponpes Al-Urwatul Wutsqaa ini dilaksanakan di sela-sela agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kali ini, materi yang diangkat bertajuk “Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air Sebagai Fondasi Bela Negara”.
Dalam pemaparannya, Danramil 1420-07/Baranti Kapten Inf Abdul Muis menekankan bahwa bela negara bukan hanya tugas TNI atau aparat keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk para santri. Di era modern ini, wujud bela negara bagi seorang pelajar atau santri dapat diimplementasikan melalui hal-hal positif sehari-hari.
“Cinta tanah air adalah fondasi utama kita dalam menjaga kedaulatan bangsa. Bagi adik-adik santri, wujud nyata bela negara saat ini adalah dengan belajar bersungguh-sungguh, disiplin, menghormati guru dan orang tua, menjaga persatuan, serta membentengi diri dari pengaruh negatif radikalisme dan bahaya narkoba,” tegas Kapten Inf Abdul Muis.
Danramil juga menambahkan bahwa santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, kolaborasi antara nilai-nilai agama yang didapat di pesantren dan semangat nasionalisme diharapkan mampu melahirkan generasi emas yang berakhlak mulia sekaligus cinta tanah air.
Kehadiran Danramil di tengah-tengah santri baru ini disambut dengan antusiasme tinggi. Pihak pengelola Ponpes Al-Urwatul Wutsqaa Benteng turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Koramil Baranti yang mau meluangkan waktu memberikan pembekalan mental dan wawasan kebangsaan bagi para santri baru.
Kegiatan MPLS yang diisi dengan pembekalan wawasan kebangsaan ini berjalan dengan aman, tertib, dan khidmat, serta diharapkan mampu melecut semangat para santri untuk memulai proses belajar mereka dengan jiwa nasionalisme yang kokoh. (Pen/Sdp)




Tidak ada komentar